Rabu, 01 Januari 2014

Berawal dari "A"

Ada saatnya seorang pemikir, membutuhkan waktunya yang
bisa di bilangpadat, membuat rencana buat rekreasi. Semacam refreshing dan mencari udara segar. Dalam hal ini, termasuk cuci mata. Menengok ke-arah-publik, dan memasang mata keranjang ke publik yang secara universal di sebut
beautiful.

Ngomongin seorang yang beautiful, gua pernah ketemu sama orang yang secara
fisik gak pantas di sebut beautiful. Sebut saja namanya -Power Bankdengan inisial RM.

Dia seorang yang
biasa, tapi dengan isyarat mata yang mengintimidasi membuatku merasa tidak nyaman, bahkan merasa gusar untuk berdekatan dengannya, walau hanya beberapa detik. Selain itu, garis senyum yang mengernyit seakan memberikan penilaian "sinis" akan sesuatu. Di tambah, kulitan yang coklat ke-emas-an, yang membuatku, bener-bener jatuh dalam "Lubang Hitam-nya" dan terperangkap di "luar angkasa" dalam waktu yang lama. Dan bagian yang menyakitkan, semuanya di kemas dalam bentuk dan sosok yang membuatku "Terpesona".

Hahhhh, pikiran nakalku berkiliaran di sekitar bibir mungilnya yang merah muda tanpa pulas disana. Membayangkan, saat aku menggigit, tepat di bagian tengah dari bibir atasnya, dan tanganku berada tepat di bagian yang -dia-inginkan.

"Anak baru ya??? Sejak kapan kost disini??" kata Power Bank, dengan gaya songongnya tapi masih terlihat menawan. Bibirnya terlihat lebih
seksidari sebelumnya, dan itu membuatku bener-bener terangsang.

Aku mengambil bantal dan menaruh tepat diatas celanaku, untuk menunjukan perubahan fisik. Sepertinya dia menyadari. Wait, gue bukan seorang -Sex-Oriented ya.

"iya....!!" Jawabku sok dingin, dan kuharap terlihat
biasa, dalam artian, tidak terlihat ekspresiku yang terpesona dengannya. "Bian". Lanjutku sembari mengulurkan tanganku kearahnya. dengan posisi, berdiri dari kasur, dan masih mempertahankan keberadaan sang bantal di tempatnya.

"Power Bank" mangambil tanganku, dan sekali lagi, celanaku terasa sesak dan sakit disekitarnya. Buru-buru ku tarik tanganku, sambil memberi senyuman kecil kepadanya. Berharap dia tak menyadari kelakuan memalukan yang barusan terjadi.

Astaga......Bagaimana mungkin, dia membuatku terangsang hanya gara-gara menyentuh bagian tangannya. Seorang saya tertarik dengan "Power Bank" yang baru sekitar 2 menit yang lalu aku melihatnya. Rasanya, ada perasaan
tidak-warassedang mendarat di otak sebelah kanan, dan menyerang sistim-sistim peredaran darah sehingga menimbulkan efeck "mengeras" di bagian pusat dari tubuh seorang pria.

Aku membuat beberancana, untuk
lebih-dekatdengan si "Power Bank", mulai sekedar, ngorol di depan kamar, nonton DVD bareng, atau bahkan makan malam sampai jalan-jalan gak jelas. Semuanya aku bener-bener menikmati, walau dalam keadaan tertentu, aku membuat pengalihan pandangannya kearah celanaku. kalau dia menyadarinya, ini sungguh-sungguh memalukan.

Singkat cerita, 2 bulan berlalu, dan aku berhasil menaklukkan seorang "Power Bank". Jatuh kepelukan dada bidangku yang gak begitu bidang. hah. Berpacaran dengannya, seperti mendapat bintang jatuh dan keinginan terbesar terpacai pada waktu bersamaan. Aku merasa terbang melayang melintasi "Garuda - atao bahkan -Emiret"

Saat ini, si "Power Bank' memiliki seorang anak yang bisa di bilang lucu, dan "charming". Ohh, Andai saja aku ikut andil dalam menyumbang benih. Dia menikah dengan orang lain pilihan keluarganya, atau mungkin juga pilihannya. Dan menyisakan perasaan yang aku tak tahu namanya.

Sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar