Kamis, 02 Januari 2014

A.D.A.M.P.O

Dalam masa puberitas yang pada umumnya, meledak ketika berumur 18-25 tahun, atau kadang-kadang bisa di bawahnya dan di atasnya, seseorang akan 'mencari lawan" yang dia gak begitu peduli soal type. bahkan kualitas di kesampingkan.

Sebut saja namanya "Coklat Vanilla" dengan inisial DMO. Gue jamin, ketika loe loe pada ngelihatnya, loe bakal tertarik. Sayangnya, dia ini seperti punya seribu muka alias jago acting gitu. Kalau kalian lagi beruntung, dia akan bersikap ramah tamah, seramah-ramahnya orang, berbaik hati, dan menunjukan pribadinya yang super duper nyenengin, pokoknya, gak bakalan bosen dengerin dia berceloteh apapun. Ketika dia berbicara, seakan-akan sedang melihat teatrikal drama gitu. Begitu hidup dan penuh dengan ekspresi yang benar-benar menunjukan situasi dalam ceritanya. Selain itu, tatapan matanya, memancarkan seberkas sinar entah apa namanya, yang buat loe masuk dalam limbonya dia. Terperangkap, dan terbuai oleh kata-kata yang ringan, tapi pas buat didengar.

Tapi, kalau moodnya lagi hilang, atau loe bukan orang yang dia sukai, ni orang berubah menjadi orang yang amat sangat ngeselin. Gue juga baru sadar beberapa hari yang lalu, waktu dia ketemu sama temen gue di salah satu mall pinggiran di jakarta selatan. Mimiknya, ibarat Rosalie Cullen terhadap Bella Swan, dalam hal ini, waktu pertama kali Bella datang ke rumah Cullen.

Coklat Vanilla itu, sedikit arab, gak tahu pasti dia ni keturunan arab atau bukan, tapi kalau dilihat dari bentuk muka dan garis rahangnya, emang agak mirip kayang orang arab. Buat gue, dia yang terindah saat ini, gue harap si, bisa untuk dalam waktu yang lama, kalau untuk waktu selamanya, ahhh, belom kepikiran. ahahaha. Maklum, masih dalam periode, puberitas tahap 3.

Gue ma dia, belom begitu lama juga kenalnya, tapi gue di buatnya melayang setiap ketemu. Ada perasaan puas, bisa melihatnya lagi. Namanya juga, jatuh cinta. Semisal, waktu pertama kali ke jakarta, cuma gegara tanpa planning yang matang, gue harus naik bus semaleman kerana kehabisan tiket pesawat atau kereta, maklum musim liburan. Pas sampe di jakarta, badan rasanya mengalami 5L seketika, bener2 kehilangan energi. Bahkan gue bisa menyadari, garis senyum gue hilang. Tapi, pas lihat dia turun dari mobil warna birunya, rasanya sehat kembali merasuki peredaran darah gue, otot kembali kuat, dan senyum kembali gue pasang di muka pas-pas-an ini.

Dia, si Coklat Vanilla ini, ibarat bidadari yang di kirim buat jadi dokter pribadi. Belom d sentuh aja, gue udah sehat, klepek-klepek dan terpesona lagi, kayak pertama kali ketemu gitu. Ada perasaan lega, dan puas. Kayak, beban yang baru aja di tanggung hilang melayang gitu aja. Ibarat orang rematik atau encok, lihat dia tuh, langsung sembuh. Mungkin juga, ini ni yang anak-anak Alay sebut dengan kekuatan cinta.

"Yank, pelis deh, aku lagi nyetir.... Ntar ya...?" Katanya, lembut, dengan intonasi manja. Makin gregetan aja. Gak sabar buat membuat cerita di atas ranjang bareng ni anak. Yang gue gak abis pikir, ada perasaan dag dig dug, seperti pertama kali ketemu ni Coklat Vanilla. Aduhhhhh, gue bener-bener jatuh cinta.

LOVE YOU. YOU N ME. WE ARE A.D.A.M.P.O

Tidak ada komentar:

Posting Komentar